diposkan pada : 12-02-2020 14:02:11

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 

Hai, Pengunjung Busana Arafah! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat dan terus
dalam lindungan Allah ya.

Panduan Bekerja Menurut Kacamata Islam

 

  1. Pilih jenis pekerjaan yang halal

Ketahuilah, wahai saudaraku! Allah-lah yang Maha Memberi rezeki. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Sesungguhnya Allah, Dia-lah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS adz-Dzariyat: 58)

Jemputlah rezekimu dengan cara yang halal! Pilih jenis pekerjaan yang halal, jangan yang haram. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman,

”Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami Berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS al-Baqarah 2 : 172)

Maka, seorang muslim dituntut untuk makan dari yang halal. Jika dia memberi nafkah maka harus dari penghasilan yang baik, dan hal itu tidak bisa terwujud kecuali apabila pekerjaan yang dia pilih telah dibolehkan dalam Islam.

Ketahuilah, wahai saudaraku, Rezeki yang haram tidak akan membawa keberkahan, hanya akan membinasakan! Dari Ka’b ibn ‘Ujrah radhiallahu’anhu bahwasa nya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Wahai Ka’b ibn ‘Ujrah! Sesungguhnya tidak akan masuk surga, daging dan darah yang tumbuh dari harta haram, neraka lebih berhak/patut baginya.”

 

  1. Mengikat perjanjian kerja

Islam sangat menganjurkan agar dibuat akad perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan atau yang memberi pekerjaan. Perjanjian kerja ini memuat kesepakatan antara dua pihak, dan perkara ini sangat penting, karena akan terwujud keadilan antara dua pihak yang bersepakat dan menghindari perselisihan antara keduanya. Kesepakatan kerja yang dibuat mencakup:

a) jenis pekerjaan dan bentuknya,

b) penjelasan waktu kerja atau lamanya pekerjaan itu harus diselesaikan,

c) penentuan upah atau gaji pekerja,

d) dan lain-lain yang dianggap perlu.

 

 

Dasar hukum pentingnya kesepakatan ketika bekerja adalah firman Allah yang berbunyi,

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu.” (QS. al-Ma’idah: 21)

Sifat orang yang beriman adalah menjaga amanah dan janji yang dipikulnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman,

”Dan orang-orang yang memelihara amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS. Al-Mu’minun 8)

 

  1. Memilih pekerja yang cakap dan mampu dalam bidangnya

Islam mengarahkan agar kita tidak memberikan pekerjaan kecuali kepada orang yang telah memenuhi kriteria, seperti keahliannya dan kemampuannya dalam pekerjaan yang akan diembankannya. Ambillah pelajaran dari ucapan Nabi Yusuf ‘alaihissalam yang Allah Kisahkan dalam firman-Nya :

“Berkata Yusuf, : Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir)! Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (QS. Yusuf: 55)

Ucapan Nabi Yusuf ‘alaihissalam, “aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan,” ini menunjukkan kemampuan Nabi Yusuf ‘alaihissalam dalam menjadi bendahara negara Mesir.

Juga berdasarkan kisah Nabi Syu’aib ‘alaihissalama ketika putrinya berkata kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala  Berfirman mengisahkannya,

”Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Wahai bapakku! Ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS. al-Qashash: 26)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Jika suatu perkara itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kedatangan hari Kiamat.” (HR. Bukhari:59)

Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memberikan pekerjaan kepada orang yang tidak mampu. Dikisahkan bahwa Sahabat Abu Dzar radhiallahu ‘anhu meminta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diangkat menjadi pemimpin dalam suatu wilayah, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil menepuk pundaknya (yakni Abu Dzar) bersabda,

”Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya engkau orang yang lemah, dan pekerjaan ini adalah amanah, dan ini akan membawa kehinaan dan penyesalan pada hari Kiamat, kecuali orang yang mengambilnya dengan hak dan menunaikannya dengan benar.” (HR. Muslim-4823)

Sahabat Abu Dzar radhiallahu’anhu di sini, tidak kurang sedikit pun amanahnya, karena beliau Sahabat yang mulia. Akan tetapi, yang kurang darinya adalah kecakapan dan kemampuannya, dan hal ini tersirat dalam ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ”sesungguhnya engkau orang yang lemah,” maksudnya tabiat Sahabat Abu Dzar adalah orang yang lembut, kalem, tidak cocok dengan bidang kepemimpinan yang membutuhkan sikap tegas yang membuat takut orang yang zhalim dan menolak tindakan kesewenangan.

 

  1. Beban pekerjaan sesuai dengan kemampuan

Termasuk keistimewaan agama Islam, bahwasanya Islam tidak membebankan suatu perkara yang di luar kesanggupan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.” (QS al-Baqarah: 286)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya saudara kalian (yaitu budak/hamba sahaya yang kalian miliki) ini adalah yang mengurus urusan kalian, Allah Menjadikan mereka di bawah perintah kalian. Maka, barang siapa yang saudaranya di bawah perintahnya, maka hendaklah dia memberi makan seperti dia makan, memberi pakaian seperti dia berpakaian, dan janganlah engkau membebani mereka dengan beban yang memberatkan mereka. ]ika kamu sudah membebani dengan beban berat, maka bantulah mereka.” (HR. Bukhari:30)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dan yang semakna dengan budak, termasuk dalam hal ini seperti pekerja dan lainnya.” (Fathul Bari (5:174)

 

  1. Mengerjakan kewajiban sebelum minta hak

Termasuk perkara baik dalam dunia pekerjaan adalah semangat dalam menyelesaikan kewajiban sebelum meminta hak upah atau gajinya. Karena, menunaikan pekerjaan yang wajib sama saja kita menunaikan akad yang telah dibuat, sehingga akan mengikat pihak lain untuk memberi upah atau gaji. Andaikan setiap pihak menunaikan hal ini, maka akan hilang perselisihan, akan terbangun tolong-menolong dalam dunia pekerjaan. Sehingga pada akhirnya akan tercipta kondisi yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan dari sisi kerapian, ketepatan, dan sesuai yang diinginkan.

Terima kasih karena sudah berkunjung! Sampai bertemu di lain artikel!
 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Whatsapp           : 087774827382 atau klik disini
 

Intagram              : @busanamuslimarafah
 

Facebook            : @ArafahBusana
 

Website               : www.busanaarafah.com atau www.busanaarafah.co.id
 

YouTube              : Busana Arafah
 

Shopee                : Busana Arafah

BACA  ARTIKEL  LAINNYA  DISINI!!!.

 

 

Artikel lainnya »
Tag :

Artikel lainnya »